Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Membongkar 5 Mitos Kesuksesan

Selasa, 14 September 2010

Sore bos, ini ni yang bikin gw demen. Ngebahas yang beginian nih, asik bos. . Gw mulai ajj yee. .
Bos, ente percaya ame yang namenye "Mitos" kaga?? Bukan Mitos seputar hantu, kebiasaan dalam adat atau yang lainnye. Seperti judul di atas nih, Mitos yang gw maksud adalah mitos seputar KESUKSESAN. Emang gw juga belum sukses, belum ade ape-apenye, tapi disini gw pingin jadi seseorang yang berharga, berarti dan berguna buat orang banyak (berat ye bahasa gw. .) hhaha. . 
Udah kaga aneh kalo ente pernah denger kata-kata ini: "kalo orang tuanya kaya, kaga bakal jauh anaknya juga PASTI KAYA dan KAGA BAKAL MISKIN!!" Bener ga bos? Repot ga nih kalo prinsip dasarnya kudu begitu?? Artinya mereka yang kaya akan tetap kaya dan yang miskin akan tetap miskin, betul?? Oke buat sebagian dari kita yang orang tuanya kaya itu bisa terjadi, tapi buat yang miskin?? Mau bertahan dalam garis kemiskinan?? Mau tetap menderita sampai kita mengeluarkan kata-kata: "Kemiskinan saya sudah menjadi keturunan dari Nenek Moyang kita, dari Leluhur kita??" Tega melihat anak, cucu kita tetap miskin?? Kalo jawaban ente TIDAK, berikut ini gw kasih sedikit berbagi tentang Membongkar 5 Mitos Kesuksesan. Cekidot Boss!!!
Mitos 1: Harus Punya Kharisma
Sabar bos, bukan maksudnya ente kudu punya Motor yang merknya Kharisma baru ente bisa sukses. . Membangun sebuah Bisnis memang harus memiliki Kharisma, ga percaya? Ini untuk memperluas Bisnis kita, Kalau kita harus berhubungan dengan mitra Bisnis kita atau Klien kita. Sikap Rendah hati dan Empati merupakan salah satu jurus ampuh dalam membangun Relasi. Why? Sikap berkomunikasi seperti inilah yang akan membawa kita menuju pintu gerbang KESUKSESAN, so, kalo lu udah punya Kharisma LU PASTI SUKSES!!
Mitos 2: Harus Mampu Melihat Masa Depam
Berarti kalo mau Sukses harus jadi Peramal donk?? Salah, bukan itu maksudnya. Seorang Pebisnis harus punya kempampuan melihat "Pasar", Apa yang dibutuhkan nantinya, Bagaimana mambuatnya dan memasarkannya. Waduh susah amat, Coba sekarang bagaimana cara kita kalo lagi deketin cewe? Ga susah kan kalo kita tau apa tujuan kita deketin tu cewe? Masih susah juga? Deketin ajj alias modal nekat BARULAH kita bentuk Peluangnya. Karena ga selamanya kita perlu menciptakan Peluang, Sama Halnya dengan Bisnis, Kalo kita tau tujuan kita Berbisnis itu apa semua jalan bisa terbuka. Tidak perlu selalu menciptakan Peluang, tapi mulai saja Bisnis itu dan bentuk Peluang itu!! Lalu ciptakan sesuatu yang bagus dan sedang dibutuhkan, maka hal yang luar biasa akan terjadi dengan sendirinya. Daripada memikirkan cara menciptakan Hal yang besar, LEBIH BAIK MENGUASAI HAL YANG KECIL DAN BISA DILAKUKAN SEKARANG JUGA!!
Mitos 3: Berani Sakit HAti
Ada yang berani. .?? "Kemaren ajj Bisnis saya gagal karena saingan saya main curang, ga mau lagi ah Bisnis-bisnisan" atau "ahh, ga mau rugi kedua kalinya mending ga usah". Apa coba intinya? intinya adalah TIDAK SIAP UNTUK SAKIT HATI, tidak dipungkiri "rasa" inilah yang bikin Bisnis kita tidak pernah Berkembang/maju. Tapi pemikiran seorang Pebisnis yang aktif adalah "alah baru juga di giniin, kemarin-kemarin gw lebih parah lagi, gw PASTI BISA" atau "lagi-lagi gw kalah, tapi pasti kekalahan gw adalah pelajaran buat gw untuk meraih kemenangan besokk!!" Signifikan kan Perbedaanya?? Mana yang bakal lu pilih Bos??
Mitos 4: Harus Berani Ambil Resiko Besar
Jangan berbisnis di bidang yang tidak anda kuasai sama sekail, betu. Terkadang kita terlalu mengikuti Trend Pasar sementara kita tidak bisa mengikuti karena ketidakmampuan atau ketidak mahiran kita dalam Berbisnis. Resiko selalu ada, itu pasti. Sekarang kita Flashback sebentar, kalo bulan Puasa sebagai Pebisnis apa yang bakal kita siapkan untuk kebutuhan Pasar?? Pasti jawabannya, Baju Muslim, Sembako (pasti), atau Buah Kurma. Kalo baju ga laku karena kurang Trend apa Resikonya? Kalo sembako terlalu mahal apa resikonya? Kalo Kurma ga laku apa coba Resikonya?? Tapi lihat, para pedagang-pedagang di pinggir jalan mampu mengatasi semua resiko tersebut. Kenapa kita tidak??
Mitos 5: Mempunyai Semangat Membara
Apa tujuan kita Meraih Kesuksesan?? Pasti "menjadi orang kaya" dan "Mempunyai Kebebasan". Ga usah panjang lebar ni yang beginian, kalo kaga semangat mending kaga usah hidup. Buat apa Hidup kalo kaga ngelakuin apa-apa?, Buat apa Hidup kalo kaga ngehasilin apa-apa?, Buat apa Hidup kalo kaga Semangat? apa Kuncinya?? S E M A N G A T!!!

Kenapa Sebagian Orang Kaya dan Kebanyakan Orang Miskin?

kaya dari internet 




 
Judul di atas sedikitpun tiada maksud untuk melecehkan orang miskin atau meninggikan orang kaya. Juga bukan untuk menjawabnya secara normatif, bahwa itu disebabkan hukum alam dimana sampai kapanpun orang kaya akan selalu ada seperti juga adanya orang miskin.
Melainkan posting ini saya maksudkan agar kita bisa belajar dari cara orang kaya dalam mengumpulkan kekayaan melimpah; dan bagaimana berupaya menerapkannya dalam kehidupan masing-masing agar kehidupan anda menjadi lebih baik.
“Kenapa Sebagian Orang Kaya dan Kebanyakan Orang Miskin?”

Pertanyaan ini selalu menarik untuk dibahas. Banyak orang memiliki pendapatnya mengenai hal ini. Namun yang menarik adalah banyak fakta menunjukkan bahwa banyak orang yang semula tidak memiliki apa-apa dan secara finansial hidupnya pas-pasan, namun kemudian bisa merubah hidupnya 180 derajat. Mengapa ini bisa terjadi? Sementara, banyak orang lainnya tetap tidak mampu merubah keadaan hidupnya sedikit lebih baik.
Sering juga fakta menunjukkan bahwa orang-orang yang sudah kaya, dalam tahun-tahun berikutnya hartanya terus bertambah. Uang dan kekayaan yang mereka kumpulkan bertambah banyak dan semakin banyak. Sebaliknya, fakta menyedihkan lainnya, ada banyak orang miskin yang jangankan menambahkan kekayaan, sedikit uang yang dimilikinya pun ikut amblas tak berbekas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mengapa ini bisa terjadi?
Kata-kata sukses bilang: “Anda adalah apa yang anda pikirkan.” Ketika anda memenuhi pikiran anda dengan hal yang penuh kekurangan, hidup anda pun akan seperti itu. Sebaliknya ketika pikiran anda dipenuhi dengan keberlimpahan, maka itu juga yang terbentuk dalam kehidupan anda.
Dari pikiran anda membentuk dunia anda. Seperti apa dunia yang ingin anda buat bergantung dari apa yang awalnya anda pikirkan.
Orang-orang sukses memenuhi pikirannnya kapan saja dengan keberlimpahan, kebermanfaatan, dan solusi. Pikiran-pikiran keberlimpahan dan positif itu akan memacu anda menjadi lebih peka terhadap apa yang anda anggap penting.
Orang-orang sukses tidak akan menyibukkan pikirannya dengan rasa menyerah, mengeluh, menyalahkan, atau putus asa. Segala pikiran kenegatifan adalah cermin ketidakmampuan untuk mengontrol pikiran sendiri.
Kalau orang kaya selalu berpikir dalam alam “keberlimpahan”, sebaliknya kebanyakan orang-orang miskin memenuhi benaknya dengan pikiran serba kekurangan, perasaaan sebagai orang kecil, sebagai orang yang tak punya, dan hal-hal yang serba “minimal” lainnya.

“Kalau saya belum kaya, bolehkah saya tiru cara berpikir orang kaya?”

Jika dari anda ada yang bertanya demikian, justru itu sangat saya anjurkan. Sekalipun saat ini anda belum kaya, tapi anda mau menjadi kaya, saya anjurkan ikuti bagaimana cara berpikir orang kaya seperti cara di atas.
So, mulai hari ini mari berubah. Sekarang mari saya pandu anda melakukan resolusi perubahan dalam hidup anda.

Pertama, mari katakan kata-kata berikut. Konsentrasi sebentar, ucapkan dalam hati dan keluarkan suara anda. Mari mulai: “Mulai hari ini saya akan berpikir seperti orang kaya yang dipenuhi keberlimpahan. Saya tidak akan membatasi pikiran saya dengan keterbatasan/kesulitan. Bahwa saya PASTI BISA! Tidak ada yang mustahil untuk saya capai.”
Kedua, coba ikuti kata-kata berikut: “Mulai hari ini saya tidak akan pernah merendahkan diri saya sendiri dengan mengatakan saya tidak bisa, saya tidak mampu, atau hal-hal yang menunjukkan kelemahan. Dalam hal apa saja, saya optimis bahwa saya PASTI BISA! Atau sekurang-kurangnya saya mau belajar yang ditindaklanjuti dengan ACTION!
Sekarang tegakkan dagu anda, tatap pandangan ke depan dan mulailah berpikir seperti orang kaya. Ini akan mengubah hidup anda. Asal disertai dengan ACTION tentunya!

nyoba doank

Rabu, 08 September 2010

Membuat Rencana Bisnis

Menemukan ide bisnis merupakan anugerah yang tidak terhingga, karena dalam realitasnya tidak gampang menemukan ide bisnis. Namun jika ide hanya sebatas bayang-bayang, Anda tetap tidak akan bisa merealisasikannya dalam bisnis yang nyata.

Para wirausahawan top yang kini namanya muncul di berbagai media bisnis, seringkali tidak pernah memikirkan tahapan-tahapan dalam merealisasikan ide. Bahkan banyak pula anggapan bahwa kalau mau berwirausaha tidak usah membuat rencana macam-macam, nanti malah kandas di tengah jalan.
Mungkin banyak yang membuat rencana macam-macam tapi rencana cuma sebatas rencana, sehingga realisasinya memang nol besar. Kalau ini yang terjadi tentu anggapan di atas menjadi benar. Padahal dalam teorinya, bisnis sekecil apapun tetap memerlukan perencanaan untuk dapat merealisasikan ide bisnis yang lebih matang.
Tujuan membuat rencana bisnis adalah untuk memastikan jalannya operasi bisnis yang tepat dan memberikan dorongan pada rencana-rencana departemen atau divisi. Selain itu juga untuk memutuskan rute yang diperlukan organisasi dalam mencapai tujuannya sekaligus menentukan standar untuk mementukan kinerja bisnis. Yang tidak kalah penting adalah untuk memperoleh dukungan dari konsumen, investor bahkan pihak-pihak lainnya.
Dalam perspektif Philip Kotler, setidaknya ada beberapa prosedur standar untuk dapat merealisasikan ide bisnis yang benar dalam bentuk rencana bisnis untuk merealisasikan bisnis. Yaitu : pembangkitan gagasan, penyaringan, pengembangan dan pengujian konsep, strategi pemasaran, analisa bisnis, pengembangan produk, pengujian pasar, dan komersialisasi.
Dengan kata lain, rencana bisnis untuk merealisasikan ide memang menjadi hal yang sangat penting dalam bisnis. Boleh saja ide yang diperoleh sangat brilliant dan luar biasa, tetapi tetap saja harus dikaji dalam berbagai hal, terutama aspek ekonomis, teknis, dan masa depannya.
Aspek ekonomis. Aspek ini mencakup analisis pasar, penjualan, biaya produksi, maupun profit margin.Faktor ini sangat penting, karena mempengaruhi tingkat keputusan untuk merealisasikan ide menjadi bisnis yang sesungguhnya. Aspek ini akan mengkaji sejauh mana tingkat keuntungan yang diperoleh, dengan daya serap pasar yang ada dan kemampuan memiliki modal untuk menjalankan operasional bisnis. Meskipun idenya luar biasa, tetapi kalau dalam perhitungannya merugi, ya buat apa ? Karena itu, Anda harus paham betul, bagaimana Anda menghasilkan income, dan berapa biaya yang akan dikeluarkan.
Aspek teknis. Aspek ini sangat penting untuk mengukur kemampuan untuk menjalankan bisnis dengan baik. Apakah dengan modal yang ada, sudah mampu memproduksi barang atau jasa yang bisa dijual ? bagaimana dengan kemampuan sumber daya manusianya ? apakah semua kekuatan yang dimiliki mampu memberikan nilai tambah yang lebih baik kepada konsumen dibandingkan dengan usaha-usaha sejenis lainnya ? Suatu rencana bisnis yang baik, akan memberikan peluang yang lebih baik, sekaligis meminimalisasi kemungkinan kegagalan bisnis.
Masa depan bisnis. Aspek ini akan mengkaji lebih komprehensif mengenai masa depan bisnis Anda. Jangan sampai, kita tahu bahwa bisnis yang digeluti adalah bisnis musiman, namun perencanaan yang diterapkan adalah untuk bisnis yang permanent. Ini tentu nantinya akan menganggu aspek teknis. Belum lagi dengan harapan-harapan konsumen yang selalu akan lebih maju dan up to date. Apakah mampu bisnis yang kita jalankan nanti menyerap pasar seperti ini ? Inilah aspek penting yang harus diperhatikan secara seksama dan dituangkan dalam rencana bisnis.
Sekali lagi, Anda jangan percaya dengan saran yang berkata “lupakan rencana bisnis, cukup jalankan saja,” karena Anda bisa kejeblos ke hutan belantara bisnis yang serba tidak pasti. Lebih baik jika Anda menguji kelayakan rencana bisnis Anda kepada orang-orang yang lebih sukses dan lebih berpengalaman dalam bisnis, dan kemudian Anda menjadi sukses. Semoga!